Sunday, May 27, 2012

ini pak tugas agamanya.. (Dewa Ayu P. K. XI IPA 1/13)

Muhammad Rasyid Rida lahir pada tanggal 23 September 1865 (27 Jumadil Awal 1282 H) di Al-Qalamun, Kota Tripoli, Suria. Ia berasal dari keturunan Al-Husain, cucu Nabi Muhammad SAW.


Pada usia 17 tahun, Rasyid Rida melanjutkan studinya ke Madrasah Al-Wathaniyyah Al-Islamiyyah. Di sini, Rasyid Rida belajar belajar pengetahuan agama, bahasa Arab, ilmu bumi, berhitung, dan pengetahuan moden lainnya. Tetapi karena alasan politik negara yang sedang bergejolak, ia tidak dapat berlama-lama mengenyam pendidikan di sekolah itu, sehingga ia harua pindah ke sekolah lain.


Walaupun sudah pindah sekolah, tapi hubungannya dengan guru utamanya dari sekolah yg lama terus berlanjut. Sang gurulah yg banyak berjasa dalam menumbuhkan semangat ilmiah Rasyid. Pemikiran gurunya yg paling menginspirasi adalah bahwa 'satu-satunya jalan yang harus ditempuh umat islam untuk mencapai kemajuan adalah memadukan pendidikan agama dan modern dengan metode umum'.


Rasyid Rida banyak terpengaruh oleh majalah Al-Urwah, Al-Wutsqa dan buku buku karya Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahab. Terlebih, pengaruh Jamaluddin Al Afghani seakan akan menggerakkan akal pikirannya unuk membuang jauh jauh seluruh bid'ah dan menggabungkan antara ilmu agama dan modern.


Setelah menerbitkan majalah Al Manar, ia menyarankan kepada gurunya agar menafsirkan Al Quran dengan penafsiran yang relevan dengan perkembangan zaman. Setelah diperiksa dan mendapat pengesahan, barulah tulisan itu diterbitkan dalam majalah Al Manar


Karya-karya yang dihasilkannya cukup banyak. Diantaranya Tarikh Al Ustadz Al Imama Asy Syah Abduh,  Nida' Li Al Jins Al Latif, Al Wahyu Muhammad, dan masih banyak lagi.


Menurutnya, Al Quran dan hadis harus dilaksanakan serta tidak berubah meskipun situasi masyarakat tidak berubah. sedangkan untuk dasar dan prinsipnya seperti keadilan, persamaan dan hal-hal lain diserahkan kepada akal pikiran manusia sesuai dengan perkembangan zaman, sepanjang tidak menyimpang dari prinsip-prinsip dasar agama Islam.


Di bidang pendidikan, Rasyid Rida berpedapat bahwa umat Islam akan maju jika menguasai bidang ini. Dalam bidang ini, Rid berupaya memajukan ide pengembangan kurikulum dengan muatan ilmu agama dan umum. Dan sebagai bentuk kepeduliannya, ia mendirikan sekolah di Kairo pada 1912 yang diberi nama Madrasah Ad Da'wah wa Al Irsyad.


Dalam bidang politik, ia banyak melihat penyebab kemunduran Islam, antara lain karena perpecahan yang terjadi di kalangan mereka sendiri. Untuk itu, ia menyerukan umat Islam agar kembali bersatu dalam satu kesatuan negara, tapi bukan negara berkonsep Barat, melainkan dalam bentuk Khilafah.


Published with Blogger-droid v2.0.4

No comments:

Post a Comment